Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Kasus Impor Garam

(foto: puspenkum)

Sulselinfo.com, Jakarta – Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Direktur Utama PT Sumatraco Langgeng Makmur berinisial YN sebagai tersangka baru kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas impor garam industri tahun 2016-2022.

YN diamankan oleh tim penyidik di salah satu rumah sakit wilayah Jakarta Barat dikarenakan Tersangka tidak memenuhi panggilan yang telah disampaikan secara sah dan patut sebanyak 2 kali, kata Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana dalam keterangan tertulisnya kepada Sulselinfo.com, Kamis (24/11/2022).

Tersangka YN kemudian ditahan di Rumah Rutan Salemba cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan selama 20 hari terhitung sejak 24 November 2022 sampai 13 Desember 2022. Penahanan tersebut dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor Prin-51/F.2/Fd.2/11/2022 tanggal 24 November 2022.

Baca Juga:   Siap Dilantik, Ni’matullah: Pengurus Demokrat Sulsel Itu Keberlanjutan dan Regenerasi

Peran tersangka YN ini adalah mengalihkan garam impor yang awalnya diperuntukkan bagi kebutuhan industri, tetapi dialihkan ke garam konsumsi, beber Ketut

Direktur Utama PT Sumatraco Langgeng Makmur telah mengalihkan garam impor yang peruntukannya untuk didistribusikan kepada Industri Aneka Pangan sesuai dengan rencana distribusi yang diajukan dalam permohonan rekomendasi kepada Kementerian Perindustrian RI, namun dialihkan menjadi garam Konsumsi,” sambung Ketut.

Akibat perbuatannya, tersangka YN disangkakan Pasal 2 atau Pasal 3, dan atau Pasal 5 ayat (1) huruf a, b, atau Pasal 13 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55.

Baca Juga:   Jelang HUT Polwan ke 74, Polres Soppeng Kunjungi Ponpes Darunnaiem Pesse

Ditetapkannya 1 orang sebagai tersangka, jumlah tersangka dalam perkara ini sudah menjadi 6 orang, yaitu tersangka MK, FJ, YA, FTT, SW alias ST, dan YN. Sementara itu, jumlah kerugian negara dan perekonomian negara masih dalam proses perhitungan oleh ahli, pungkas Ketut. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *