Kolaborasi Maturasi Perkotaan secara Digital dengan Indikator SNI ISO 37122:2019

dok: BSN

SULSELINFO.COM, Jakarta – Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri bersama dengan Badan Standardisasi Nasional (BSN), Kementerian/Lembaga terkait, akademisi dan pihak swasta akan berkolaborasi melakukan maturasi perkotaan secara digital dengan indikator SNI ISO 37122 : 2019.

Hal tersebut merupakan hasil Focus Group Discussion (FGD) perihal Penilaian Data Maturasi (Indeks Pelayanan Perkotaan) yang dilaksanakan secara hybrid pada hari Jumat, 20 Mei 2022 di Hotel Grand Orchardz.

Pelaksanaan maturasi Smart City akan dilakukan terhadap ekosistem solusi cerdas dari layanan (urusan) yang disediakan oleh pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan daerah, dengan memprioritaskan urusan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar dan tambahan urusan sesuai daya saing pemda. Selain itu juga mengacu kepada pengelolaan dan evaluasi kinerja pemerintah daerah, standar pelayanan minimal dan standar teknis pelayanan yang berlaku.

Baca Juga:   Mendagri Apresiasi Capaian Realisasi APBD di 15 Daerah

Maturasi akan dilaksanakan melalui kombinasi pengumpulan dan penilaian informasi terdokumentasi, observasi, wawancara, kunjungan lapangan, dan/atau evaluasi jarak jauh (remote evaluation), demonstrasi dan/atau simulasi.

Hasil dari maturasi perkotaan ini nantinya selain akan menghasilkan solusi cerdas dengan konsep kolaborasi pentahelix dalam menghadapi problematika yang ada di perkotaan, berupa M1 = Smart City pratama/perunggu, M2 = Smart City muda/perak, M3 = Smart City madya/emas, M4 = Smart City utama/platinum, M5 = Smart City paripurna/berlian, juga menjamin pemenuhan layanan publik bagi warganya, peningkatan efisiensi dan efektivitas pemerintahan daerah dengan memungkinkan dan memfasilitasi kolaborasi dan koordinasi antar instansi.

Pada pertemuan ini disepakati rencana pembentukan Tim Maturasi antar Kementerian/Lembaga,Teknis Pelatihan, timeline dan implementasi di 10 Kabupaten/Kota yang terpilih sebagai pilot project.

Baca Juga:   Mentan SYL Dorong Pangan Lokal Masuk Pasar Dunia

Dengan hadirnya konsep Smart City diharapkan semakin menghidupkan semangat otonomi daerah, terutama dalam melakukan inovasi. Pasalnya, hal itu sangat dibutuhkan dalam menciptakan kualitas hidup masyarakat agar lebih baik. Pembangunan kota di masa mendatang akan bertumpu pada infrastruktur cerdas yang mampu mengintegrasikan dunia fisik dan digital dalam sistem energi, bangunan, serta industri. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat secara efisien dan keberlanjutan. (R/s)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *