banner 970x250 banner 728x90

Jaksa Agung: Pemerintah Berikan Jaminan Hukum untuk Investor Tanamkan Modalnya di Indonesia

Jakarta – Jaksa Agung RI Burhanuddin didampingi Wakil Jaksa Agung RI Setia Untung Arimuladi menghadiri Seminar Investasi bertajuk “Capturing Indonesia’s Investment Opportunities in the New Normal Era” secara virtual dari ruang kerja Jaksa Agung dan Wakil Jaksa Agung di Gedung Menara Kartika Adhyaksa Kebayoran Baru Jakarta Selatan. (13/12).

Jaksa Agung RI Burhanuddin mengatakan Pemerintah RI memberikan jaminan dan kepastian hukum bagi para investor dalam menanamkan modalnya di Indonesia.

Lanjut Jaksa Agung, dengan menjadikan pendampingan hukum bagi investor sebagai prioritas utama kerja Kejaksaan Agung RI, yang dibuktikan sejak tahun 2020, Presiden RI telah membentuk Satuan Tugas Pengamanan Investasi untuk membantu menyelesaikan berbagai hambatan investasi di Indonesia, terangnya,

Adapun Wakil Jaksa Agung RI Setia Untung Arimuladi memberikan contoh pelaksanaan investasi yang berhasil dalam menyelesaikan berbagai hambatan yang dihadapi dengan didampingi oleh Kejaksaan Agung RI sebagai anggota Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Investasi.

Baca Juga:   Refleksi Kebangsaan Alumni Akpol 1998 Wujudkan Nasionalisme

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menekankan beberapa industri prioritas Indonesia, utamanya dalam masa pemulihan ekonomi paska pandemi Covid-19 antara lain sektor digital, bidang kesehatan dan green economy.

Menkomarinves juga tawarkan berbagai peluang investasi antara lain hilirisasi sumber daya mineral, pengembangan baterai lithium, transportasi, energi terbarukan dan pengurangan emisi karbon (GHG) dengan tetap memperhatikan prinsip penggunaan tenaga kerja lokal, ramah lingkungan, penambahan nilai dan transfer teknologi.

Hadir dalam Seminar Investasi secara dalam jaringan (daring) yaitu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi Makro BKPM Indra Darmawan, Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Imam Soejoedi.

Baca Juga:   Korupsi PT Asabri, JPU Menuntut Heru Hidayat Hukuman Mati

Serta dihadiri secara luar jaringan (luring) atau tatap muka di Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Hong Kong yaitu Konsul Jenderal RI Hong Kong Ricky Suhendar dan 100 investor terkemuka dan pengusaha potensial yang di Hong Kong.

Tujuan Seminar Investasi diselenggarakan yaitu dalam rangka mendukung upaya pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi COVID-19 serta menawarkan peluang investasi di Indonesia guna penguatan hubungan ekonomi Indonesia – Hong Kong.

Konsul Jenderal RI Hong Kong Ricky Suhendar dalam sambutan pembukaannya menyampaikan bahwa realisasi Investasi Hong Kong pada tahun 2021 tercatat sebesar US$ 3.1 milliar naik sebesar 25,98 % dibanding tahun 2020, yang berarti investasi Hong Kong berada diurutan kedua setelah Singapura atau naik satu peringkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga:   Wapres Sebut Hoax Berkembang Lebih Cepat Seperti Deret Ukur

“Walaupun ditengah kondisi pandemi Covid-19 yang melanda dunia, hubungan ekonomi Indonesia dan Hong Kong selama 2021 tumbuh dan terjalin dengan baik,”  pungkas Ricky Suhendar. (AM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *