Home / HUKUM DAN KRIMINAL

Minggu, 28 Februari 2021 - 08:53 WIB

KPK Resmi Tetapkan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah Sebagai Tersangka

Firli Bahuri Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi melalui keterangan pers terkait kasus korupsi yang melibatkan Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, (28/21).

Firli Bahuri Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi melalui keterangan pers terkait kasus korupsi yang melibatkan Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, (28/21).

Sulselinfo.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah dan dua orang lainnya sebagai tersangka dalam kasus suap proyek pengadaan barang dan jasa, perizinan dan pembangunan infrastruktur tahun anggaran 2020-2021.

Dalam kasus ini KPK juga menetapkan dua tersangka lain adalah Direktur PT Agung Perdana Bulukumba, Agung Sucipto atau sebagai kontraktor, dan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulawesi Selatan, Edy Rahmat.

“Tersangka sebagai penerima adalah NA dan ER. Sebagai pemberi adalah AS,” kata Ketua KPK, Firli Bahuri, Firli menjelaskan, Agung Sucipto yang telah kenal baik dengan Nurdin berkeinginan mendapatkan beberapa proyek pekerjaan infrastruktur di Sulawesi Selatan untuk tahun anggaran 2021. Sejak Februari 2021, telah terjadi komunikasi yang aktif antara Agung dengan Edy, yang merupakan orang kepercayaan Nurdin untuk memastikan mendapat jatah proyek tersebut. kata Ketua KPK, Firli Bahuri saat di kantornya di Jakarta Selatan, Ahad, 28 Februari 2021.

Dalam beberapa komunikasi tersebut, diduga ada tawar menawar fee untuk penentuan masing-masing dari nilai proyek yang nantinya akan dikerjakan oleh AS,” kata Firli.

Masih di Februari 2021, Nurdin dan Edy bertemu dengan Agung yang telah mendapatkan proyek pekerjaan Wisata Bira. Gubernur Sulsel itu menyampaikan kepada Edy bahwa kelanjutan proyek Wisata Bira akan kembali dikerjakan oleh Agung. Nurdin lantas memberikan persetujuan dan memerintahkan Edy mempercepat pembuatan dokumen Detail Engineering Design yang dilelang pada APBD 2022.

Selanjutnya, ketika Edy bertemu dengan Nurdin, ujar Firli, disampaikanlah bahwa fee proyek yang dikerjakan Agung di Bulukumba sudah diberikan kepada pihak lain. Saat itu, Nurdin disebut mengatakan bahwa hal yang terpenting adalah operasional kegiatan tetap bisa dibantu Agung.

“AS, selanjutnya pada tanggal 26 Februari 2021, diduga menyerahkan uang sekitar Rp 2 miliar kepada NA melalui ER,” kata Firli.

Terakhir, Filri mengatakan penyidik KPK melakukan operasi tangkap tangan atau OTT terhadap Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah pada Jumat petang lalu di tiga tempat berbeda di Sulawesi Selatan. Awalnya, KPK menangkap enam orang. Setelah melakukan pemeriksaan, tiga di antaranya, ditetapkan sebagai tersangka, pungkasnya, (A2M/tim)

loading...

Share :

Baca Juga

HUKUM DAN KRIMINAL

Polres Cilegon amankan Dua tersangka Pencurian Kendaraan Bermotor

HUKUM DAN KRIMINAL

Empat Pemain Judi SONG Diamankan Satreskrim Polres Luwu

BREAKINGNEWS

Mangkir !! Kejari Pare, Akan upaya jemput Paksa terduga mantan Kadis Kesehatan

HUKUM DAN KRIMINAL

Emosi, Pemuda Tembak Betis Korbannya Gunakan Senapan Angin

HUKUM DAN KRIMINAL

Satreskrim Polsek Panca Rijang Amankan Terduga Pelaku Pencurian Kabel Penerangan Sirkuit Mario

HUKUM DAN KRIMINAL

Anggota KP Sanjaya-7017 Gagalkan Penyelundupan 3800 Ekor Baby Lobster di Binuangan Banten

HUKUM DAN KRIMINAL

Coba Melawan saat Ditangkap Pelaku Pembacokan di Pasar Rau Didor Polisi

HUKUM DAN KRIMINAL

TNI Gagalkan Penyelundupan Ganja di Perbatasan RI-PNG